Ads: 468x60

Kamis, 11 September 2008

Come back

Seorang gadis tergopoh-gopoh menyusuri jalanan kota yang berlalu lalangnya manusia super sibuk, suara yang dikeluarkan sang gadis bau miras sepertinya,,, dia sedang mabuk. Malam memang sudah larut dengan pakaian super mini dan super ketat di menyusuri gelapnya malam. Gadis itu ialah Putri, setelah kepergian Rio, putri memang berubah dunia dia dunia malam setiap malem di clubing mabuk-mabukan makai barang terlarang dan yang paling parah dia sering jalan sama om-om, pokoknya parah banget …

Dua minggu sudah berlalu, kesembuhan Intan semakin berangsur membaik, tiba-tiba seorang cowo cakep dan ganteng wih … pokoknya sempurna lah … menyusuri koridor rumah sakit. Saat itu Intan kaget banget siapa yang datang menjenguknya siapa lagi kalo bukan kekasihnya ….

“Bagus … koh lu tau w disini …?” tanya Intan kaget

Bagus bener-bener terharu melihat keadaan Intan yang pucat dan semakin kurus. Bagus tetep tidak menjawab hanya isakan tangis Bagus terdengar nyaring, terus Luna muncul di balik pintu. “Intan … Intan … ?” suara cempreng Luna membuat Intan tertawa geli karna tingkahnya yang memang imut kaya marmut. Bagus dan Luna bareng-bareng meluk Intan seerat-eratnya. “Hey, gue ngga bisa nafas nich …! “Seru Intan, kontan bagus dan Luna melepaskan pelukannya sambil seraya tertawa terbahak-bahak bersama.

“Eh ! lo belum jawab pertanyaan gue ?” Celetuk Intan ke Bagus sambil sedikit menyubit

“Oh itu …. Bagus gitu loh … pa sich yang ‘ga tau …?”

“Wih … pede … “sindir Luna

“Oh Yupz yang laennya mana ? “tanya Intan

“Mereka lagi ada kerjaan …?”

“Tan, lo sakit, apaan ci?”

“gue sakit gara-gara kurang vitamin D, alias vitamin duwit … hehehe. “Senyum yang sudah lama tak terlihat kini terlihat lebih anggun.

Hari semakin sore matahari sudah pulang kerumahnya berganti bulan yang menampakkan diri sambil tersenyum riang menyinari bumi, betebaran bintang-bintang berkejar-kejaran kesana kemari tertawa melihat tingkah tiga anak manusia yang sedang bercanda dibawah sinar bulan di taman rumah sakit. Malam itu Bagus dan Luna mengajak Intan keluar bercanda tawa disinar bulan purnama di taman rumah sakit yang ditempatin sama Intan.

“Eh tau ‘ga ?” tanya Bagus ke Intan dan Luna

“ ‘ga … “ jawab Luna dan Intan kompak.

“Ye….. kalian gini kenapa bulan sama matahani gantian menyinari bumi, kenapa ngga bulan yang menyinari bumi sampai dia lelah dan baru diganti sama matahari ?” tanya Bagus tebakan yang paling aneh.

“Takdir … !”Jawab Intan dan Luna kompak lagi

“Ya ‘ga … “

“Jadinya apa dunx …? “tanya Luna penasaran

“Kan dah ada yang ngatur dan kalau kaya gitu kan ‘ga adil dan semua orang bisa merasakan matahari dan keindahan bulan. Hew hew hew “jawab bagus tersenyum puas.

“Itu sich bukan tebakan tapi kepengin lo …” jawab Putri

Disebuah clubing mewah di tengah kota dengan asyiknya gadis cantik nan rupawan meneguk air terakhir di dalam botol minumannya. Tanpa di sadari ada dua pria tampan yang mengawasi gerak-geriknya.

“Gila pa ya tuh si Putri !! koh jadi berantakan gini !” tanya salah satu dari orang tersebut yang bernama Iyan.

“Eh Yan ! liat tuh si Putri dibawa sama om-om ?”

“Iya gila pa yah .. mending kita ikutin yuk !” ajak Iyan,

mereka membuntuti Putri yang asyik bergelayut mesra kepada om itu. Sebelum akhirnya Iyan menyeret Putri dari tangan Om tersebut, sempet sich terjadi perkelahian antara Exel VS Om itu. Putri yang sudah ditolong eh, malah ‘ga terima, walhasil Iyan kena semprot Putri. “Putri ! “Iyan kehabisan kesabaran karna melihat tingkah kelakuan putri di atas kekurng ajaran.

“Heh ! lo bukan siapa-siapa apa mesti gue dengerin kata-kata lo … ? “ Ujar Putri yang di ingetin koh malah marah.

“Put lu seh gimana ? kita sebagai temen lu mau ngingetin lu, koh lu malah jadi marah kaya gini ?” ucap Exel gemes.

Hanya Isak tangis yang terdengar dari jawaban Putri setelah dijawab sama Exel kaya gitu. Keesokan harinya ada sesuatu yang terjadi dengan putri pagi itu dia merasakan ‘ga enak badan hingga tak mampu berdiri apalagi berjalan. Karna dirasa dirinya tak mampu lagi entah terkena angin mana dia menelfon Luna, meminta bantuannya. Dan dengan senang hati Luna datang kerumahnya Putri, saat sampai disana dia benar-benar kaget melihat kondisi Putri yang sungguh mengenaskan. Akhirnya Luna mengajak Putri ke dokter dan sungguh terkejut dengan apa yang dikatakan oleh dokter, dokter menyuruh cek darah, setelah menunggu hasil keesokan harinya …. Hasil cek darah itu menunjukkan positif terkena HIV AIDS, hasil itu membuat sok hati Putri hingga dia tak sadarkan diri. Karena kejadian itu Luna menghubungi yang lainnya Bagus, Iyan, Exel dan yang kebetulan Intan sudah sembuh ikutan menjenguk Putri.

Hari ini mereka berlima mengantarkan putri ke panti rehabilitasi dan sekalian menyembuhkan penyakitnya. Penyakit yang diderita Putri juga ada kaitan yang dipakai sama drug yaitu Jarum suntik yang pemakaiannya bergantian. Saat melepaskan putri untuk direhab semuanya meneteskan air mata.

“Put … lo yang tabah yah … kita selalu ada dibelakangnya ?” ucap Intan sambil memeluk Putri.

“Tanks yah tan … lo baik banget sama gue, padahal gue sudah pernah nyakitin lo …?” rasa bersalah Putri baru disadarinya tak henti-hentinya dia mengelurkan air mata.

“Iya Put … kalo ada apa-apa telefon kita aja yah …?” ujar Luna

“Makasih yah Lun …?”

“Kita selalu siap kalau lo minta bantuan apapun key !” celetuk Iyan

“Kalian memang sahabat terbaik gue … tapi plizz jangan bila sama oma, opa gue yah …. Takut mereka sok … kasih alasan apa kek !”

Semuanya hanya bisa menjawab dengan senyuman khasnya masing-masing. Tetesan air mata yang mengiringi perjalanan setiap langkah Intan


Persahabatan memang Indah

Jika jalinan-jalinan sutra

Tertata rapi dan dirajut menjadi

Sehelai kain kehidupan

Yang selalu di isi dengan

Persahabatan ……

Kesetiaan sahabat ……

Akan selalu mengiringi suka duka kehidupan



Tidak ada komentar:

#trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }